Tak lama kemudian badai pun berhenti dan laut menjadi tenang kembali. Salah seorang penumpang kapal mengajak temannya untuk meninggalkan kapal yang akan tenggelam dan berenang menuju pulau terdekat karena meski pulau itu agak jauh dari kapal yang mereka tumpangi akan tetapi di pulau itu menyediakan banyak kapal yang tahan badai yang akan mengantarkan ke tujuannya. Tapi teman penumpang tadi menolak ajakan penumpang pertama dengan alasan kapal yang mereka tumpangi masih bisa dipertahankan dan mengatakan kalau tindakan meninggalkan kapal merupakan tindakan orang yang putus asa karena menyerah pada keadaaan dan meskipun berenang ke pulau terdekat tidak ada yang bisa menjamin kita akan selamat sampai pulau itu.
Akhirnya penumpang pertama yang sudah berkeyakinan kuat dan sadar kalau kapal yang dia tumpangi sudah bobrok dan rusak parah sehinnga jangankan berlayar untuk tidak tenggelam saja sudah mustahil akhirnya dengan sekuat tenaga berenang ke Pulau terdekat. Meski saat perjalanan menuju pulau itu tubuhnya dihempaskan ombak dan menemui hambatan lainnya tapi pada akhirnya dia sampai di pulau itu dan menumpang kapal yang tahan badai untuk melanjutkan perjalanannya. Sedangkan bagaimana keadaan penumpang satunya karena kenyakinan yang kuat dan menganggap bahwa meninggalkan kapal yang rusak dan tidak mau langsung memperbaikinya dan malah mencari kapal lain merupan tindakan yang penuh keputus asaan. Sedikit – demi sedikit dia tambal kapalnya yang bocor, satu lubang berhasil dia tambal tapi air tetap semakin deras masuk ke dalam kapal lewat lubang yeng lainnya dan akhirnya tidak lama berselang kapal itu pun tenggelam beserta penumpang tadi.
Kedua penumpang kelihatanya mirip dengan gambaran para manusia di negara kita yang semuanya menginginkan perubahan karena Negara kita banyak ditimpa segala macam cobaan hambatan sehinnga nasib Negara kita bisa dikatakan menuju kehancuran. Tengok saja Negara yang dikenal kaya akan sumber daya alam dan manusianya ini ternyata menurut ukuran World Bank angka kemiskinan di Negara kita yakni Indonesia mencapai di atas 43 persen dari sekitar 240 juta penduduk Indonesiaatau kira-kira mendekati 100 juta jiwa. Tidak hanya itu dari segi moral tidak kalah rusaknya mulai korupsi atau tindakan asusila yang merebak diberbagai kalangan negeri ini. Penumpang kedua berkenyakinan meski sama persis dengan orang-orang yang menginginkan perubahan tapi tetap dijalur aman alias tanpa banyak resiko dan mempertahankan status Quo jadi mereka tetap berusaha dengan berbagai cara tetap mempertahankan sitem yang ada meski kebobrokan demi kebobrokan sudah jelas didepan mata. Mereka selalu berusaha menutupi kebobrokan sistem ini dengan segala cara walhasil meski kebobrokan satu terselesaikan akan tetapi kebobrokan-kebobrokan yang lain akan banyak bermunculan kembali dan akhirnya kehancuran pun tidak dapat dihindari.
Penumpang pertama sama dengan manusia yang berpandangan diluar pikiran manusia pada umumnya. Dia yakin bahwa kapalnya benar-benar bobrok jadi solusi yang paling tepat ialah mencari kapal lain yang dimana kapal tersebut telah terbukti mampu bertahan dari terjangan badai meskipun untuk mendapatkan kapal itu dia harus berenang yang resiko untuk tenggelam terbuka lebar. Orang yang benar-benar membuka mata pastinya memiliki pandangan yang sama dengan penumpang pertama tadi yakni sistem Negara ini telah bobrok dan mustahil atau pekerjaan yang sia-sia mempertahankannya. Untuk itu dengan sekuat tenaga dia akan berusaha untuk mencari sitem Negara yang baru dan terbukti sudah teruji meskipun dalam mewujudkannya dia menemui banyak halangan, rintangan dan hambatan yang besar tentunya.
Dengan semakin terlihat kebobrokan sistem demokrasi kapitalis yang diterapkan dinegara kita maka sepatutnya kita berpandangan seperti penumpang yang pertama yakni tidak ada gunanya mempertahankan sistem bobrok ini dan akan malah membuang-buang tenaga lebih baik kita gunakan energi kita ini untuk memperjuangkan sistem yang sudah teruji selama 13 abad memimpin dunia meskipun dalam perwujudannya tidak mudah banyak halangan rintangan maupun hambatan yang silih berganti menghadang namun yang pasti hanya sistem inilah yakni sistem Islam satu-satunya sistem yang sudah terbukti dan telah dijanjikan oleh Allah akan menjamin keberkahan hidup manusia sebagaimana firman-Nya:
Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi (QS al-A’raf [7]: 96).
Tapi bagi mereka yang ingkar dan tetap mempertahankan sitem yang sudah bobrok maka kehinaan dan kesengsaraan yang akan menimpa, jadi jangan heran keadaan Negara kita hari demi hari tak kunjung membaik tapi malah makin buruk mungkin Firman Allah ini akan sedikit membuka mata kita
ضَنكًا وَنَحشُرُهُ يَومَ القِيٰمَةِ أَعمىٰSiapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada Hari Kiamat dalam Keadaan buta (QS Thaha [20]: 124).
(Oleh : Ancah Suroso. Mahasiswa-UNESA- Pendidikan Teknik Elektro.)
sumber : dakwahkampus.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar