Rasulullah saw. pernah ditanya, “Kota manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?” Rasul menjawab, “Kotanya Heraklius dibebaskan lebih dulu, yaitu Konstantinopel” (HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)
سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْمَدِينَتَيْنِ تُفْتَحُ أَوَّلاً قُسْطَنْطِينِيَّةُ أَوْ رُومِيَّةُ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَدِينَةُ هِرَقْلَ تُفْتَحُ أَوَّلاً يَعْنِي قُسْطَنْطِينِيَّةَ
Rasulullah saw. pernah ditanya, “Kota manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?” Rasul menjawab, “Kotanya Heraklius dibebaskan lebih dulu, yaitu Konstantinopel” (HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)
Imam Ahmad mengeluarkan hadis tersebut di dalam Musnad-nya pada bab Musnad ‘Abdullâh bin Amru bin bin al-‘Âsh. Beliau meriwayatkan hadis ini berdasarkan penuturan secara berturut-turut dari Yahya bin Ishaq, dari Yahya bin Ayyub, dari Abu Qabil; yang didasarkan pada penuturan Abdullah bin Amru bin al-‘Ash dari Rasulullah saw. Al-Haytsami berkomentar, “Para perawi hadis ini sahih kecuali Abu Qabil dan ia tsiqqah.”1
Riwayat yang sama juga diriwayatkan oleh: Ibn Abi Syaibah dalam Mushannaf Ibn Abiy Syaybah; Imam ad-Darimi dalam Sunan ad-Dârimî, dari penuturan Utsman bin Muhammad, dari Yahya bin Ishaq; Ibn Abi ‘Ashim dalam Al-Awâ’il li bin Abi ‘Âshim, dari penuturan Abu Bakar, dari Yahya bin Ishaq; Ath-Thabrani dalam Al-Awâ’il li ath-Thabrani, dari penuturan Abdullah bin al-Husain al-Mashishi dari Yahya bin Ishaq; serta Abu ‘Amru ad-Dani dalam as-Sunan al-Wâridah fî al-Fitan, dari penuturan Abdurrahman bin Utsman, dari Qasim, dari Ibn Abi Khaytsamah, dari Yahya bin Ishaq. Dalam semua riwayat tersebut, selanjutnya Yahya bin Ishaq dari jalur yang sama dengan jalur di atas.2
Nu’aim bin Hamad al-Muruzi meriwayatkan hadis ini dalam Kitâb al-Fitan dari Ibn Wahbin dari Yahya bin Ayyub dari Abu Qabil dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash.3 Abdul Ghani al-Maqdisi mengeluarkannya di dalam Kitâb al-‘Ilm. Ia berkata, “Hadis ini sanad-nya hasan.”
Al-Hakim meriwayatkannya dari tiga jalur. Pertama: dari Muhammad bin Shalih bin Hani’, dari Muhammad bin Ismail, dari Ibn Wahbin, dari Yahya bin Ayyub dari Abu Qabil al-Ma’afiri dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash. Kedua: dari Abu Ja’far Muhammad bin Muhammad al-Baghdadi dari Hasyim bin Murtsid dari Said bin Afir dari Said bin Abi Ayyub dari Abu Qabil dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash. Ketiga: dari Muhammad bin al-Muamal, dari al-Fadhl bin Muhammad asy-Sya’rani dari Nu’aim bin Hamad, dari Abdullah bin Wahbin, dari Yahya bin Ayyub dari Abu Qabil, dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash. Al-Hakim berkomentar, “Ini adalah hadis sahih menurut syarat Syaykhayn (Imam al-Bukhari dan Imam Muslim), tetapi keduanya tidak mengeluarkannya.”4Adz-Dzahabi menyepakati penilaian al-Hakim.
Komentar al-Haytsami di atas, bahwa para perawi hadis ini adalah perawi sahih kecuali Abu Qabil yang ia nilai tsiqqah, mengisyaratkan bahwa ia menilai hadis ini hasan. Penilaian ini sesuai dengan penilaian Abdul Ghani al-Maqdisi. Adapun al-Hakim menilainya sahih dan disepakati oleh adz-Dzahabi. Syaikh Nashiruddin al-Albani juga menilainya sahih.5 Walhasil hadis ini bisa dijadikan hujjah.
Makna Hadits
Hadits ini adalah hadis gharîb karena hanya diriwayatkan dari jalur Abu Qabil dari Abdullah bin Amru bin al-Ash. Hadis ini memberitahukan bahwa dua kota, yaitu Konstantinopel dan kota Rûmiyah akan ditaklukkan, dan di antara keduanya kota Konstantinopel yang akan ditaklukkan lebih dulu. Kota Rûmiyah itu seperti yang dijelaskan dalam Mu’jam Al-Buldân adalah kota Roma, sekarang adalah ibukota Italia.6 Penaklukan kedua kota ini adalah sesuatu yang pasti akan terjadi.
Berita gembira penaklukan kota Konstantinopel juga diriwayatkan dalam hadits lain. Berita gembira tersebut memacu kaum Muslim sejak masa para Sahabat untuk mendapatkan keutamaan dan kemuliaan sebagai orang yang berhasil mewujudkannya.
Syaikh al-Albani mengatakan:
Penaklukan pertama telah berhasil direalisasikan melalui tangan Muhammad al-Fâtih al-‘Utsmani seperti yang sudah diketahui. Hal itu terealisasi setelah lebih dari delapan ratus tahun sejak berita gembiranya disampaikan oleh Rasulullah saw. Penaklukan kedua (yaitu penaklukan kota Roma, pen.) dengan izin Allah juga akan terealisasi. Sungguh, beritanya akan Anda ketahui dikemudian hari. Tidak diragukan bahwa realisasi penaklukan kedua itu menuntut kembalinya Khilafah Rasyidah ke tengah-tengah umat Muslim. Hal itu telah diberitakan oleh Rasulullah saw. dalam sabda Beliau.
Berita dari Rasul itu tidak boleh menjadikan kita diam dan tidak turut terlibat aktif memperjuangkannya karena menganggap toh pasti akan tegak kembali. Apalagi menghalangi perjuangan penegakan Khilafah tentu jauh lebih buruk dan lebih tidak layak lagi keluar dari seorang Muslim. Sikap itu hanya layak keluar dari orang yang tidak percaya kepada Rasulullah saw.
Berita gembira tegaknya kembali Khilafah seharusnya memacu kita untuk mewujudkannya tanpa kenal lelah, seperti generasi terdahulu. Perjuangan itu pada akhirnya pasti akan berhasil dan Khilafah pasti tegak kembali sesuai dengan janji Allah dan Rasulullah saw. Wallâh a‘lam bi ash-shawâb. [Yahya Abdurrahman]
Catatan Kaki:
1 Lihat: Imam Ahmad (164-241 H), Musnad Ahmad, 2/176, Muassasah Qurthubah, Mesir, tt; Al-Haytsami (w. 807 H), Majma’ az-Zawâ’id wa Manba’u al-Fawâ’id, 6/219, Dar ar-rayan li ath-Turats-Dar al-Kitab al-‘Arabi, Kaero-Beirut, 1407
2 Lihat: Ibn Abiy Syaibah, Mushannaf Ibn Abi Syaibah, ed. Kamal Yusuf al-Hawt, 4/419, Maktabah ar-Rusyd, Riyadh, cet. i. 1409; Imam ad-Darimi (181-255 H), Sunan ad-Darimi, 1/137, Dar al-Kitab al-‘Arabi, Beirut, cet. i. 1407; Ibn Abiy ‘Ashim, al-Awâ’il li Ibn Abi ‘âshim, 1/109; Ath-Thabrani, al-awâ’il li ath-Thabrani, 1/122; Abu Amru ad-Dani (371-444 H), as-Sunan al-Wâridah fî al-Fitan, ed. Dr. Dhiya’ullah bin Muhammad Idris al-Mubarkfuri, 6/1127, Dar al-‘âshimah, Riyadh, cet. i. 1416
3 Lihat: Nu’aim bin Hamad al-Muruzi Abu Abdillah (w. 288 H), Kitâb al-Fitan, ed. Samir Amin az-Zuhri, 2/479, Maktabah at-Tawhid, Kaero, cet. i. 1412
4 Lihat: Al-Hakim (321-405), Mustadrak ‘alâ Shahîhayn, ed. Mushthafa Abdul Qadir ‘Atha, 4/598, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, Beirut, cet. i. 1411/1990
5 Lihat: Muhammad Nashiruddin al-Albani, Silsilah ash-Shahîhah, 1/33, Maktabah al-Ma’arif, Riyadh,
6 Lihat: Yaqut bin Abdillah al-Humawi, Mu’jam al-Buldân, 1/312, Dar al-Fikr, Beirut,
Sumber:
Majalah Al-Waie, Desember 2007
KeeP StRuGGLe, Allahu Akbar!!!!
Jiwaku,,engkau sudah menghabiskan sebagian besar langkah & sudah sedemikian jauh menempuh perjalanan menuju Allah..
Karena itu, perjalanan tidak akan lama lagi berakhir & yang tersisa tinggallah kemudahan. Jadi bersabarlah engkau..
Jiwaku, janganlah engkau sia-siakan amal-amal shalihmu slama ini. Bergadangnya engkau sepanjang malam & berhari-hari, rasa lelahmu selama bertahun-tahun, janganlah engkau sia-siakan hanya dalam tempo sesaat..
...bersabarlah...
Karena sesungguhya sabar itu sebentar...
Karena itu Bersabarlah....
Sebab, cobaan itu laksana tamu...
Biasanya tamu tidak akan berlama-lama berada di rumah yang dikunjunginya. Betapa indah pujian & sanjungannya kepada tuan rumah yang brdermawan.
Wahai kaki yang bersabar...
Truslah beramal. Tidak lama lagi pekerjaan akan selesai...
~(sebuah kutipan dari buku tuk para Pengemban Dakwah)~
Jumat, 25 Juni 2010
Tugas Teknologi Operasi Pabrik (TOP)..
1. Susunan sarana pengelompokan Peralatan Proses yang terdapat di Pabrik Mini Berdasarkan huruf sebagai simbol/tanda keterpasangan
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. B- 1 B- 1 Unit Boiler
A. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (B)
B. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (C)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. C- 1 Kompresor Udara, silinder tunggal tegak Kompresor Udara Instrument
2. C- 2 Select dryer Kompresor Udara Instrument
3. C- 3 Kompresor udara, 3 silinder, tipe W Kompresor Udara Instrument
4. C- 4 Blower yang terpasang bersatu dengan
P - 12 Kompresor Udara Instrument
C. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (D)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. D- 1 MT Reflux Drum Destilasi Lantai I
2. D- 2 MT Feed Drum Destilasi Lantai II
3. D- 3 Drum Pompa
4. D- 4 Accumulator Kompresor Udara Instrument
5. D- 5 Accumulator Kompresor Udara layanan Pabrik
D. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (E)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. E - 1 MT Reboiler Destilasi Lantai I
2. E - 2 MT Overhead Condensor Destilasi Lantai II
3. E - 3 MT Preheater Destilasi Lantai II
4. E - 4 MT Bottom Cooler Destilasi Lantai I
5. E - 5 After Cooler Kompresor Udara Instrument
6. E - 6 After Cooler Kompresor udara Layanan Pabrik
E. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (P)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. P - 1 MT Bottom Pump Destilasi Lantai I
2. P - 2 MT Reflux Pump Destilasi Lantai i
3. P - 3 MT Feed Pump Destilasi Lantai I
4. P - 4 MT Make – Up Pump Destilasi Lantai I Daerah Tangki
5. P - 5 Water Make – Up Pump Destilasi Lantai I Daerah Tangki
6. P - 6 Pump Centrifugal Pompa
7. P - 7 Pump Centrifugal Pompa
8. P - 8 Pump Centrifugal Pompa
9. P - 9 Cooling Tower Circulation Pump Menara Pendingin
10. P - 10 Pompa Air – Umpan Boiler Boiler
11. P - 11 Pompa Injeksi Alkaline Boiler
F. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (T)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. T - 1 MT Tower Destilasi Lantai I dan Lantai II
G. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (TK)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. TK - 1 MT Storage Tank Destilasi Lantai I Daerah Tangki
2. TK - 2 Water Storage Tank Destilasi Lantai I Daerah Tangki
3. TK - 3 Tangki Boiler
4. TK - 4 Tangki kerosin Boiler
5. TK - 5 Tangki Alkaline Boiler
H. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (Z)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. Z - 1 Seal Pot Destilasi Lantai I
2. Z - 2 Seal Pot Destilasi Lantai I
3. Z - 3 Water Cooling Tower Menara Pendingin
4. Z - 4 Separator Kompresor Udara Instrument
5. Z - 5 Separator Kompresor Udara Layanan Pabrik
6. Z - 6 Cooler Seal P - 1 Destilasi Lantai I
7. Z - 7 Softener Boiler
2. Buat daftar peralatan proses pemakai untuk jenis utility pabrik, seperti berikut ini :
# Air pendingin
No. Simbol Terpasang pada Unit
1 TK - 3 Boiler
2 P - 8 Destilasi
3 P - 9 Menara Pendingin
4 Z - 6 Destilasi
5 D - 4 Kompresor Udara Instrument
6 E - 5 Kompresor Udara Instrument
7 C - 1 Kompresor Udara Instrument
8 E - 6 Kompresor Udara Layanan Pabrik
9 E - 3 Kompresor Udara Layanan Pabrik
10 C - 3 Kompresor Udara Layanan Pabrik
11 E - 4 Destilasi
12 E - 2 Destilasi
# Steam
No. Simbol Terpasang pada Unit
1 E - 3 Destilasi
2 E - 1 Destilasi
3 T - 1 Destilasi
4 Z - 1 Destilasi
5 D - 2 Destilasi
6 Z - 2 Destilasi
7 B - 1 Boiler
8 P - 2 Destilasi
9 TK - 1 Destilasi
10 P - 4 Destilasi
# Gas Nitrogen
No. Simbol Terpasang pada Unit
1 Z - 1 Destilasi
2 Z - 2 Destilasi
3 TK - 2 Destilasi
4 TK- 1 Destilasi
5 D - 5 Kompresor Udara layanan Pabrik
6 C - 2 Kompresor Udara Instrument
7 T - 1 Kompresor Udara Instrument
# Tenaga listrik
No. Nama/Jenis Terpasang pada Unit Jumlah
1 P- 9 Unit Menara Pendingin Air 1
2 Z- 3 Unit Menara Pendingin Air 1
3 P- 1 Unit Destilasi 1
4 P- 2 Unit Destilasi 1
5 P- 3 Unit Destilasi 1
6 Gas Detector Unit Destilasi 1
7 Thermoucouple Unit Destilasi 1
8 Air solenoid valve Unit Destilasi 9
9 E- 4 Unit Destilasi 1
10 Air Selenoid Valve Unit Compressor Udara Instrument 4
11 Control Board for Compressor Unit Compressor Layanan Pabrik 1
12 Control Board for Compressor Unit compressor Udara Instrument 1
13 P- 5 Unit Destilasi 1
14 P- 4 Unit Destilasi 1
15 P- 6 Unit Pompa 1
16 P- 7 Unit Pompa 1
17 P- 8 Unit Pompa 1
18 B- 1 Unit Boiler 1
19 Z- 7 Unit Boiler 1
20 P- 11 Unit Boiler 1
21 C- 4 Unit Boiler 1
22 P - 10 Unit Boiler 1
# Udara Instrument
No. Nama/Jenis Terpasang pada Unit Jumlah
1 Z- 9 Unit Destilasi 1
2 Z- 3 Unit Menara Pendingin Air 1
3 E- 2 Unit Destilasi 1
4 E- 4 Unit Destilasi 1
3. Berdasarkan nomor perpipaan unit destilasi ( sesuai diagram pipa dan instrument ), disusun dinyatakan nomor perpipaan pada unit destilasi yang :
a. Bahan yang mengalir MT : 102, 103, 106, 107, 108, 109, 110, 111, 112, 113, 119
H2O : 108, 109, 110. 111, 112, 117, 113, 127, 129, 132
VG : 123, 124, 125, 126, 130, 131
MT-H2O : 112, 116, 119, 120, 121, 122
b. Terpasang Berisolasi : 108, 109, 110, 122
c. Terpasang Control Valve padanya : 104, 105, 111, 120
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. B- 1 B- 1 Unit Boiler
A. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (B)
B. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (C)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. C- 1 Kompresor Udara, silinder tunggal tegak Kompresor Udara Instrument
2. C- 2 Select dryer Kompresor Udara Instrument
3. C- 3 Kompresor udara, 3 silinder, tipe W Kompresor Udara Instrument
4. C- 4 Blower yang terpasang bersatu dengan
P - 12 Kompresor Udara Instrument
C. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (D)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. D- 1 MT Reflux Drum Destilasi Lantai I
2. D- 2 MT Feed Drum Destilasi Lantai II
3. D- 3 Drum Pompa
4. D- 4 Accumulator Kompresor Udara Instrument
5. D- 5 Accumulator Kompresor Udara layanan Pabrik
D. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (E)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. E - 1 MT Reboiler Destilasi Lantai I
2. E - 2 MT Overhead Condensor Destilasi Lantai II
3. E - 3 MT Preheater Destilasi Lantai II
4. E - 4 MT Bottom Cooler Destilasi Lantai I
5. E - 5 After Cooler Kompresor Udara Instrument
6. E - 6 After Cooler Kompresor udara Layanan Pabrik
E. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (P)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. P - 1 MT Bottom Pump Destilasi Lantai I
2. P - 2 MT Reflux Pump Destilasi Lantai i
3. P - 3 MT Feed Pump Destilasi Lantai I
4. P - 4 MT Make – Up Pump Destilasi Lantai I Daerah Tangki
5. P - 5 Water Make – Up Pump Destilasi Lantai I Daerah Tangki
6. P - 6 Pump Centrifugal Pompa
7. P - 7 Pump Centrifugal Pompa
8. P - 8 Pump Centrifugal Pompa
9. P - 9 Cooling Tower Circulation Pump Menara Pendingin
10. P - 10 Pompa Air – Umpan Boiler Boiler
11. P - 11 Pompa Injeksi Alkaline Boiler
F. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (T)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. T - 1 MT Tower Destilasi Lantai I dan Lantai II
G. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (TK)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. TK - 1 MT Storage Tank Destilasi Lantai I Daerah Tangki
2. TK - 2 Water Storage Tank Destilasi Lantai I Daerah Tangki
3. TK - 3 Tangki Boiler
4. TK - 4 Tangki kerosin Boiler
5. TK - 5 Tangki Alkaline Boiler
H. Peralatan proses di Pabrik Mini dengan simbol keterpasangan huruf (Z)
No. Simbol Nama Terpasang pada Unit
1. Z - 1 Seal Pot Destilasi Lantai I
2. Z - 2 Seal Pot Destilasi Lantai I
3. Z - 3 Water Cooling Tower Menara Pendingin
4. Z - 4 Separator Kompresor Udara Instrument
5. Z - 5 Separator Kompresor Udara Layanan Pabrik
6. Z - 6 Cooler Seal P - 1 Destilasi Lantai I
7. Z - 7 Softener Boiler
2. Buat daftar peralatan proses pemakai untuk jenis utility pabrik, seperti berikut ini :
# Air pendingin
No. Simbol Terpasang pada Unit
1 TK - 3 Boiler
2 P - 8 Destilasi
3 P - 9 Menara Pendingin
4 Z - 6 Destilasi
5 D - 4 Kompresor Udara Instrument
6 E - 5 Kompresor Udara Instrument
7 C - 1 Kompresor Udara Instrument
8 E - 6 Kompresor Udara Layanan Pabrik
9 E - 3 Kompresor Udara Layanan Pabrik
10 C - 3 Kompresor Udara Layanan Pabrik
11 E - 4 Destilasi
12 E - 2 Destilasi
# Steam
No. Simbol Terpasang pada Unit
1 E - 3 Destilasi
2 E - 1 Destilasi
3 T - 1 Destilasi
4 Z - 1 Destilasi
5 D - 2 Destilasi
6 Z - 2 Destilasi
7 B - 1 Boiler
8 P - 2 Destilasi
9 TK - 1 Destilasi
10 P - 4 Destilasi
# Gas Nitrogen
No. Simbol Terpasang pada Unit
1 Z - 1 Destilasi
2 Z - 2 Destilasi
3 TK - 2 Destilasi
4 TK- 1 Destilasi
5 D - 5 Kompresor Udara layanan Pabrik
6 C - 2 Kompresor Udara Instrument
7 T - 1 Kompresor Udara Instrument
# Tenaga listrik
No. Nama/Jenis Terpasang pada Unit Jumlah
1 P- 9 Unit Menara Pendingin Air 1
2 Z- 3 Unit Menara Pendingin Air 1
3 P- 1 Unit Destilasi 1
4 P- 2 Unit Destilasi 1
5 P- 3 Unit Destilasi 1
6 Gas Detector Unit Destilasi 1
7 Thermoucouple Unit Destilasi 1
8 Air solenoid valve Unit Destilasi 9
9 E- 4 Unit Destilasi 1
10 Air Selenoid Valve Unit Compressor Udara Instrument 4
11 Control Board for Compressor Unit Compressor Layanan Pabrik 1
12 Control Board for Compressor Unit compressor Udara Instrument 1
13 P- 5 Unit Destilasi 1
14 P- 4 Unit Destilasi 1
15 P- 6 Unit Pompa 1
16 P- 7 Unit Pompa 1
17 P- 8 Unit Pompa 1
18 B- 1 Unit Boiler 1
19 Z- 7 Unit Boiler 1
20 P- 11 Unit Boiler 1
21 C- 4 Unit Boiler 1
22 P - 10 Unit Boiler 1
# Udara Instrument
No. Nama/Jenis Terpasang pada Unit Jumlah
1 Z- 9 Unit Destilasi 1
2 Z- 3 Unit Menara Pendingin Air 1
3 E- 2 Unit Destilasi 1
4 E- 4 Unit Destilasi 1
3. Berdasarkan nomor perpipaan unit destilasi ( sesuai diagram pipa dan instrument ), disusun dinyatakan nomor perpipaan pada unit destilasi yang :
a. Bahan yang mengalir MT : 102, 103, 106, 107, 108, 109, 110, 111, 112, 113, 119
H2O : 108, 109, 110. 111, 112, 117, 113, 127, 129, 132
VG : 123, 124, 125, 126, 130, 131
MT-H2O : 112, 116, 119, 120, 121, 122
b. Terpasang Berisolasi : 108, 109, 110, 122
c. Terpasang Control Valve padanya : 104, 105, 111, 120
PROF HASSAN KO NAKATA : INDONESIA LAYAK JADI TEMPAT TEGAKNYA KHILAFAH

Runtuhnya kapitalisme adalah sunnatullah. Saatnya Islam tampil sebagai ideologi alternatif.
Indonesia adalah tempat yang layak bagi tegaknya khilafah, selain Turki. Pernyataan itu disampaikan Prof Hassan Ko Nakata, dosen Fakultas Theologi Universitas Doshisha, Jepang, dalam Halaqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-17 di Jakarta, Ahad (14/7).
Pandangan Nakata itu didasarkan pada kenyataan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia . "Dan Hizbut Tahrir bisa bergerak secara terbuka di sini, ini berbeda dengan di negara-negara lain," katanya dalam HIP bertema: "Di Ambang Kehancuran Amerika: Dunia Membutuhkan Khilafah".
Selain Prof. Hassan Ko Nakata, hadir tiga pembicara lainnya. Mereka adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin, cendekiawan muslim (alumni Harvard University) Dr. Ahmad Rusydan, dan Ketua DPP HTI Farid Wadjdi. Seperti biasanya, acara yang berlangsung di Wisma Antara ini dihadiri ratusan hadirin. Kapasitas 500 tempat duduk tak mencukupi. Sebagian harus rela berdiri dan duduk di lantai.
Farid Wadjdi mengemukakan jauh-jauh hari pendiri Hizbut Tahrir Syekh Taqiyuddin An Nabhani memprediksi bahwa sistem kapitalisme global akan hancur sebab sistem tersebut berdiri di atas sistem yang tidak rasional dan tidak sesuai dengan fitrah manusia . Tidak mengherankan kalau sistem ini tidak bisa menyelesaikan persoalan kemanusiaan saat ini. Kapitalisme bahkan menjadi penyebab berbagai persoalan besar kemanusiaan seperti kemiskinan, kebodohan , dan ketidakadilan global.
Sistem kapitalisme global juga bersifat kontradiktif. Ia menjelaskan, Amerika yang menerapkan sistem kapitalisme mengklaim dirinya sebagai pembela HAM nomer 1 dunia tapi nyatanya Negara Paman Sam itu juga pelanggar HAM nomer wahid dunia. Sistem ini, lanjutnya, tidak mampu memberikan ketentraman bagi diri manusia, tidak sesuai dengan fitrah manusia.
Disamping itu ,menurut Farid, Sistem kapitalisme telah menjadikan baik dan buruk berdasarkan asas manfaat dilihat dari sejauh mana hal itu bisa memuaskan secara materi , jasadiyah (fisik) . Akibatnya keserakahan dan imperialistik menjadi karekter utama dari sistem ini "Mereka menghalalkan segala cara, membunuh warga sipil yang tidak berdosa untuk memenuhi kepentingan materi dan keserakahannya," jelas Farid.
Ahmad Rusydan yang belasan tahun tinggal di Amerika berbagi pengalaman dan pandangan tentang Amerika. Ia pun berpendapat bahwa Amerika berada dalam kondisi terpuruk. Ia mengungkap sejumlah indikasi di antaranya bertambahnya jumlah rakyat miskin. Selain itu, jumlah pengutang kian banyak. Bersamaan dengan itu jumlah mereka yang tak mampu membayar kredit juga membengkak.
Namun demikian, menurutnya, selain membicarakan tanda-tanda keruntuhan Amerika untuk membuktikan bahwa sistem ini tidak layak, yang lebih penting lagi adalah bagaimana membangun sistem peradaban Islam itu sendiri yakni khilafah Islam. "Khilafah akan membuat pihak lain bisa menyaksikan keunggulan sistem Islam dalam berbagai bidang ekonomi, politik, dsb. Dan ini akan membuat masyarakat dunia berpaling dan mendukung sistem Islam. Ketika masyarakat dunia berpaling dari kapitalisme, itulah awal kehancuran nyata kapitalisme," kata ahli kanker ini.
Ketika ditanyakan kepadanya mengapa media massa Barat selalu menggambarkan AS dengan citra yang baik, menurutnya, hal itu adalah bagian dari propaganda kapitalisme. Padahal sebenarnya media massa lokal di sana banyak menggambarkan fakta-fakta buruk Amerika. Bertahannya Amerika dalam keterpurukannnya hingga sekarang, kata Rusydan, karena belum ada ideologi alternatif yang menggantikannya. Inilah kesempatan Islam untuk tampil.
Prof Din Syamsudin pun menilai keruntuhan Amerika merupakan sunatullah karena setiap peradaban akan dipergilirkan di dunia ini. Menurut Din, penegakan khilafah harus menjadi tujuan kaum Muslimin. Ia mendukung penegakan khilafah. Hanya saja, lanjutnya, harus didiskusikan terlebih dahulu bagaimana langkah-langkah penegakan khilafah itu. Juga harus diketahui bagaimana strategi membangun peradaban.
Menanggapi itu, Farid menjelaskan Hizbut Tahrir telah mempersiapkan hal tersebut. Realisasi dari konsepsi membangun peradaban yang dijalani hizb tertuang dalam kitab "Manhaj Hizb at Tahrir fi at Taghyir". Ia menjelaskan, buku itu menguraikan berbagai koreksi langkah-langkah kaum Muslimin yang selama ini belum berbuah hasil dalam upaya penegakan khilafah sekaligus alternatif manhaj (metode) yang ditetapkan Hizbut Tahrir. "Hizbut Tahrir sudah mempersiap konsepsi peradaban dengan membuat buku Nidzamul Hukmi yang membahas sistem pemerintahan , an Nidzamul Iqthisady membahas sistem ekonomi, an Nidzamul Ijtima’i membahasa sistem pergaulan, dsb," jelas Farid
Sementara itu Prof . Hasan Ko Nakata - yang mengambil gelar Ph.D di Cairo University bidang pemikiran politik Islam - menyatakan dalam kondisi global dunia yang terpuruk sekarang, khilafah akan menjadi solusi dunia atas kegagalan kapitalisme dunia di bidang ekonomi, politik, dan sosial budaya. Apalagi mengingat fakta bahwa negara-negara di dunia cenderung untuk yang mencoba menyatu seperti Eropa. "Ini membuat penegakan khilafah sangat memungkinkan," kata Nakata.
Nakata pada bagian lain mengkritik pendapat orang-orang liberal yang mengatakan khilafah tidak akan tegak dengan alasan jumlah muslim dunia yang besar dan banyaknya perselisihan antar umat Islam. Ia mengambil contoh negara India dan Cina, meski penduduknya banyak, mereka bisa bersatu. Eropa dalam sejarahnya juga antar sesama mereka pernah terjadi konflik bahkan menimbulkan korban yang sangat besar. Tapi karena ada political will untuk bersatu, Eropa bisa bersatu. " Ini karena mereka melihat pentingnya ada persatuan sehingga mau bersatu, Umat Islam sudah saatnya dan selayaknya bersatu sekarang , persatuan umat Islam sedunia akan terwujud dengan adanya Khilafah ," kata Nakata dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Siddiq Al Jawi.
Dalam diskusi ini seorang peserta mempertanyakan kapan khilafah akan tegak. Farid menjawab, yang benar-benar tahu kapan khilafah tegak adalah Allah SWT. Namun secara I’tiqad (keyakinan) umat Islam harus yakin Islam akan menang dan khilafah akan tegak sebagaimana janji Allah dalam Alquran.
Selain itu, lanjutnya, umat Islam harus mengikuti kaidah kausalitas terwujudnya khilafah Islam. Jalannya adalah mempersiapkan segala hal yang menjadi syarat bagi tegaknyta khilafah itu sendiri. Hal yang harus ada adalah pertama, kesadaran masyarakat untuk mau menegakkan hukum islam dan Khilafah ; kedua, kesadaran dan dukungan dari ahlul quwwah, terutama kelompok militer . "Pertanyaan pentingnya sesungguhnya bukanlah kapan khilafah akan tegak? Tapi kapan kita berjuang bersama menegakkan khilafah Islam, inilah yang akan mempercepat tegaknya Khilafah " tandas Farid.
Prof Din berpandangan, persatuan umat Islam bukan hal yang mustahil terwujud. Umat Islam mempunyai potensi yang luar biasa mulai dari sumber alam, jumlah penduduk yang besar, termasuk sistem Islam itu sendiri. " Disamping itu, secara historis umat Islam pernah mengalami kejayaan," tandasnya.
Nakata juga menjelaskan, kewajiban menegakkan khilafah adalah kewajiban seluruh kaum Muslimin. Tidak ada perbedaan di antara madzhab-madzhab yang ada. "Semua sepakat menegakkan khilafah hukumnya wajib," tandasnya. Kewajiban menegakkannya, kata Nakata, adalah kewajiban terpenting setelah fardlu ain dan harus didahulukan dibanding yang sunnah. "Saatnya sekarang kita sebarkan pemahaman kewajiban menegakkan khilafah kepada umat, baik Muslim maupun non Muslim, dengan bahasa yang mudah agar khilafah segera tegak," tandas Nakata yang pernah menjadi pembicara dalam Konferensi Khilafah Internasional di Stadion Gelora Bung Karno Agustus 2007 itu. (Mujiyanto/mediaumat.com)
http://hizbut-tahrir.or.id/2010/02/16/prof-hassan-ko-nakata-indonesia-layak-jadi-tempat-tegaknya-khilafah/
ketika aktivis dakwah bercinta

Cinta aktivis dakwah adalah cinta seorang hamba dengan spectrum yang luas. Ia melihat kehidupan dengan cinta. Setiap hari, ketika Allah berikan kesadaran dan memasukkannya ke dalam perputaran kehidupan, ia menjalaninya dengan cinta. Apa yang membuat seorang menjadi resah dengan penyimpangan kehidupan. Apa yang menghalangi seorang dari tidur dan istirahat untuk mengurus urusan umat yang kompleks ini. Apa yang membuat seorang rela membelanjakan hartanya, meskipun ia sendiri tidak berharta lebih, untuk meringankan beban saudaranya. Semua itu adalah spectrum cinta aktivis dakwah.
Cinta aktivis dakwah adalah cinta yang lahir dari kerja keras menjaga rasa sayang Allah swt kepadanya. Ia membingkai kehidupannya dengan frame cinta yang hakiki. Masalah terbesarnya adalah jika Allah murka dengan semua rasa dan amalnya. Kebahagiaan terbesarnya adalah ketika Allah merahmati perasaan dan amalnya. Di dalam frame itulah ia menjalankan pentas kehidupannya. Maka ketika ia jatuh cinta, cinta itu membawanya kepada ketaatan. Cinta itu menghantarkannya kepada amalan-amalan yang membuat Allah semakin cinta kepadanya.
Ketika ia jatuh cinta, cinta itu membentenginya dari perbuatan ingkar dan penyimpangan. Cinta aktivis dakwah menghantarkannya kepada kehidupan yang berkah dan penuh rahmat. Ia mengijinkan perasaannya tumbuh dan berbunga hanya dalam bingkai ketaatan. Ketika cinta lawan jenis hadir dalam dirinya, maka itu pun tidak lepas dari komitmen menjaga hak-hak Allah di dalam cinta tersebut. Ia mempersembahkan cinta itu untuk orang yang memberinya jaminan cinta tersebut adalah berkah dan penuh rahmat. Ia menjalankan cinta tersebut dengan murakobah yang ketat. Ia selalu yakin, Allah memberikan pendamping yang baik sesuai kualitas kebaikan dirinya.
Cinta aktivis dakwah bukanlah cinta dusta. Yang berlindung dengan pernyataan, Allah tahu niat saya baik, tapi kemudian melakukan penyimpangan amal. Bukan cinta yang bisu dari pernyataan taushiah dan tuli dari bisikan kebaikan. Bukan cinta yang melenakan dan menjerumuskan kepada kehidupan yang meresahkan.
Bukan cinta yang diobral dengan hiasan kemaksiatan dan sekedar mengejar sebuah tuntutan social. Cinta aktivis dakwah bukan cinta dalam 30 hari mencari cinta. Cinta aktivis dakwah adalah cinta yang terang seterang matahari. Ia penuh dengan ketulusan dan bukan basa-basi. Ia jelas dengan perangkat yang tidak menyimpang dari statusnya sebagai hamba. Cintanya bukan sekedar kedekatan, melainkan juga tanggung jawab. Bukan sekedar romantika dunia, melainkan sendung mulia penduduk langit. Jelas, terang, dan tidak ada sedikit pun yang disembunyikan.
Cinta aktivis dakwah tidak membutuhkan pertanyaan Ada apa dengan Cinta. Cinta aktivis dakwah ada dalam tingkatan ketaatan, Allah Sang Raja, Rasulullah Sang kekasih, Perjuangan yang dirindukan, dan Pasangan hidup yang menyejukkan pandangan, serta anak-anak saleh dan salehah sebagai bunga dan buahnya. Cinta tulus, cinta murni, cinta yang hidup dan menghidupkan
Rabu, 23 Juni 2010
Dakwah Bikin Prestasi Jeblok
Kalo ada yang bilang dakwah bikin prestasi belajar jeblok, itu mah kuno. Kalo ada yang asal bilang, dakwah entar aja kalo udah selesai belajarnya, itu omongan nggak bermutu. Eits..jangan kesel dulu deh. Sebab obrolan kayak gitu, selalu jadi tameng bagi kita yang emoh ngelakuin dakwah.
Dakwah Wajib ato Kagak ?
Untuk ngatakan dakwah itu wajib ato kagak, nggak bisa dong dicari hukumnya lewat polling-polling-an. Yo’ coba kita telusuri saja, bagaimana hukum dakwah itu menurut Islam.
Abdurrahman al-Baghdady dalam bukunya Dakwah Islam dan Masa Depan Umat, halaman 85 menjelaskan bagaimana hukum syara’ telah mewajibkan kaum muslimin untuk berdakwah. Secara individual, dakwah itu wajib sebagaimana Allah SWT berfirman yang artinya : “Siapakah yang lebih baik perkataanya daripada orang yang menyeru kepada (agama) Allah,….” (TQS. Fushilat 33)
Dan juga Sabda Rasulullah SAW, yang artinya : “Siapa saja diantara kamu melihat kemunkaran, hendaklah mengubah dengan tangannya. Jika tidak sanggup, maka ubahlah dengan lidahnya. Kalau juga tidak sanggup maka dengan hatinya. Ini adalah selemah-lemah iman” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi, Nasa’i, Ibnu Majah dari Abi Said al-Khudry).
So, dari situ aja udah jelas tentang wajibnya dakwah. Setelah ngeh bahwa hukum dakwah itu wajib menurut syariat Islam, What’s Next? Buat kita yang emang takut ama azab Allah dan sebagai bentuk ketaatan kita ke-pada Allah, pasti akan dilakuin tuh dakwah.
Emang konsekuensinya, bisa dikatakan cukup berat, ketika kita nggak ngelakuin dakwah atau kita tahu hukumnya tapi tidak ngelakuin. Coba aja kita liat di sekitar kita, kemaksi-atan yang makin menjadi-jadi, kemunkaran yang nggak ada batasnya, ke-jahilan yang bikin menggigil, semuanya itu akibat kita enggan melaku-kan dakwah. Tul nggak?
Maka dari itu, menunda buat ngelakuin dakwah, hanya akan menambah bobroknya diri, saudara, lingkungan bahkan negara ini. Masak sih, kita diam aja kalo misal kemunkaran itu ada di depan mata kita? Jangan-jangan kita emang udah terserang virus EGP alias Emang Gue Pikirin. Kalo itu yang terjadi, wah itu tandanya kita udah jadi manusia sekular.
Padahal kalo kita mau bedain antara orang sekular dengan seorang muslim, itu jauuuuuuh banget. Kayak timur ama barat. Saking jauhnya, makanya Islam ngelarang kita bersikap sekular, yakni sikap meminggirkan Islam untuk ngatur kehidupan kita sehari-hari. Jelas nggak mungkinlah, gimana Islam mau dipisahin dari kehidupan. Lha wong, kita butuh ketenangan, ketentraman dan kedamaian. Yang semua itu hanya bisa kita dapatkan ketika kita pake syariat Islam untuk ngatur hidup keseharian kita. Iyo nggak?
Jelas sekali, bah-wa dakwah itu merupakan kebutuhan kita semua. Berarti kita setuju ama kemaksiatan yang terjadi. Nggak nuduh sih, tapi memvonis (hehee..he).
Mengingatkan teman yang nggak ngelakuin dakwah, juga merupakan ba-gian dari dakwah lho. Jadi jangan sungkan, takut, minder untuk ngi-ngetin teman kita yang belum berdakwah.
Dakwah? Easy Going aja lah !!
Kalo ada yang bilang gitu, kita patut bertanya ke dia, sampe dimana tingkat kepeduliannya terhadap saudaranya. Sebab, dakwah itu sejatinya merupakan wujud kasih sayang sesama kita. Ibaratnya, ketika kita mo menyelamatin teman kita yang mo masuk jurang, kita udah bilang ke dia, jangan masuk jurang, tapi dianya nekat aja sambil ngedekati bibir jurang, akhirnya terpaksa kita menarik tangannya dan akhirnya teman kita selamat. Meski teman kita bilang, tangannya sakit gara-gara kita tarik tadi. Tapi coba apa yang terjadi, kalo kita biarin dia masuk jurang, sambil bilang EGP…Wah, alamat…tahlilan deh.
kita nggak bisa tinggal diam terhadap maraknya kemaksiatan di depan kita. Meskipun kadang kalo kita mendakwahi orang, ada perasaan nggak enak atau orang yang kita dakwahi “sakit” hati, seperti teman yang kita tarik tangannya tadi. Lagi-lagi, pikirkan deh, apa yang terjadi lebih dari itu jika kita nggak ngelakuin kewajiban dakwah.
Apalagi nggak ngelakuin dakwah cari alasan sibuk kuliah. Apa dakwah itu memvorsir tenaga dan waktu, sehingga musti ninggalin dakwah hanya gara-gara belajar. Tulalit khan ?
Ada juga yang khawatir kalo dakwah nanti prestasinya menurun. Jujur aja, bener nggak sih prestasimu menurun karena dakwah. Jangan-jangan emang kamunya nggak belajar, sehingga sering dapat nilai delapan ngakak alias 3. Lagian jangan bawa-bawa dakwah dong, kalo emang kamunya nggak pinter-pinter banget ngatur waktu. Dakwah baru sebiji dua biji aja, lagaknya udah kayak manajer yang sok sibuk.
Sobat muslim, kalo mau dicari-cari alasan teman remaja ninggalin dakwah banyak banget. Bahkan kalo ditulis atu-atu, buletin ini nggak cukup. Tapi yang jelas, dakwah nggak bisa ditinggalin hanya karena alasan sepele dua pele. Apalagi alasan sibuk belajar atau masih skul, itu mah alasan yang kalo didengerin burung beo aja, bisa ketawa-ketiwi.
Kawan, Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika bukan kaum itu sendiri yang merubahnya” (TQS. ar-Ra’du 11)
Then, siapa yang bisa ngubah diri kita jadi baik, kalo bukan kita sendiri. Demikian juga dengan lingkungan, masyarakat dan negara. Makanya, sekaranglah saat yang tepat untuk berubah. Yup, ketika kamu masih muda, ketika tenagamu banyak dibutuhkan. Ketika kamu masih kuat, tidak sebagaimana orang yang lanjut usia, apalagi yang sakit-sakitan, kebelakang untuk be-ol aja mereka harus ditolong orang lain. Kamu ? Jangankan ke belakang, ke depan, ke samping, ke bawah, keatas pun diladenin. (he..he..garing ya?). So, siapkan dirimu untuk menerima estafet dakwah. Sekarang juga, jangan ditunda. Ok?
Dakwah Wajib ato Kagak ?
Untuk ngatakan dakwah itu wajib ato kagak, nggak bisa dong dicari hukumnya lewat polling-polling-an. Yo’ coba kita telusuri saja, bagaimana hukum dakwah itu menurut Islam.
Abdurrahman al-Baghdady dalam bukunya Dakwah Islam dan Masa Depan Umat, halaman 85 menjelaskan bagaimana hukum syara’ telah mewajibkan kaum muslimin untuk berdakwah. Secara individual, dakwah itu wajib sebagaimana Allah SWT berfirman yang artinya : “Siapakah yang lebih baik perkataanya daripada orang yang menyeru kepada (agama) Allah,….” (TQS. Fushilat 33)
Dan juga Sabda Rasulullah SAW, yang artinya : “Siapa saja diantara kamu melihat kemunkaran, hendaklah mengubah dengan tangannya. Jika tidak sanggup, maka ubahlah dengan lidahnya. Kalau juga tidak sanggup maka dengan hatinya. Ini adalah selemah-lemah iman” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi, Nasa’i, Ibnu Majah dari Abi Said al-Khudry).
So, dari situ aja udah jelas tentang wajibnya dakwah. Setelah ngeh bahwa hukum dakwah itu wajib menurut syariat Islam, What’s Next? Buat kita yang emang takut ama azab Allah dan sebagai bentuk ketaatan kita ke-pada Allah, pasti akan dilakuin tuh dakwah.
Emang konsekuensinya, bisa dikatakan cukup berat, ketika kita nggak ngelakuin dakwah atau kita tahu hukumnya tapi tidak ngelakuin. Coba aja kita liat di sekitar kita, kemaksi-atan yang makin menjadi-jadi, kemunkaran yang nggak ada batasnya, ke-jahilan yang bikin menggigil, semuanya itu akibat kita enggan melaku-kan dakwah. Tul nggak?
Maka dari itu, menunda buat ngelakuin dakwah, hanya akan menambah bobroknya diri, saudara, lingkungan bahkan negara ini. Masak sih, kita diam aja kalo misal kemunkaran itu ada di depan mata kita? Jangan-jangan kita emang udah terserang virus EGP alias Emang Gue Pikirin. Kalo itu yang terjadi, wah itu tandanya kita udah jadi manusia sekular.
Padahal kalo kita mau bedain antara orang sekular dengan seorang muslim, itu jauuuuuuh banget. Kayak timur ama barat. Saking jauhnya, makanya Islam ngelarang kita bersikap sekular, yakni sikap meminggirkan Islam untuk ngatur kehidupan kita sehari-hari. Jelas nggak mungkinlah, gimana Islam mau dipisahin dari kehidupan. Lha wong, kita butuh ketenangan, ketentraman dan kedamaian. Yang semua itu hanya bisa kita dapatkan ketika kita pake syariat Islam untuk ngatur hidup keseharian kita. Iyo nggak?
Jelas sekali, bah-wa dakwah itu merupakan kebutuhan kita semua. Berarti kita setuju ama kemaksiatan yang terjadi. Nggak nuduh sih, tapi memvonis (hehee..he).
Mengingatkan teman yang nggak ngelakuin dakwah, juga merupakan ba-gian dari dakwah lho. Jadi jangan sungkan, takut, minder untuk ngi-ngetin teman kita yang belum berdakwah.
Dakwah? Easy Going aja lah !!
Kalo ada yang bilang gitu, kita patut bertanya ke dia, sampe dimana tingkat kepeduliannya terhadap saudaranya. Sebab, dakwah itu sejatinya merupakan wujud kasih sayang sesama kita. Ibaratnya, ketika kita mo menyelamatin teman kita yang mo masuk jurang, kita udah bilang ke dia, jangan masuk jurang, tapi dianya nekat aja sambil ngedekati bibir jurang, akhirnya terpaksa kita menarik tangannya dan akhirnya teman kita selamat. Meski teman kita bilang, tangannya sakit gara-gara kita tarik tadi. Tapi coba apa yang terjadi, kalo kita biarin dia masuk jurang, sambil bilang EGP…Wah, alamat…tahlilan deh.
kita nggak bisa tinggal diam terhadap maraknya kemaksiatan di depan kita. Meskipun kadang kalo kita mendakwahi orang, ada perasaan nggak enak atau orang yang kita dakwahi “sakit” hati, seperti teman yang kita tarik tangannya tadi. Lagi-lagi, pikirkan deh, apa yang terjadi lebih dari itu jika kita nggak ngelakuin kewajiban dakwah.
Apalagi nggak ngelakuin dakwah cari alasan sibuk kuliah. Apa dakwah itu memvorsir tenaga dan waktu, sehingga musti ninggalin dakwah hanya gara-gara belajar. Tulalit khan ?
Ada juga yang khawatir kalo dakwah nanti prestasinya menurun. Jujur aja, bener nggak sih prestasimu menurun karena dakwah. Jangan-jangan emang kamunya nggak belajar, sehingga sering dapat nilai delapan ngakak alias 3. Lagian jangan bawa-bawa dakwah dong, kalo emang kamunya nggak pinter-pinter banget ngatur waktu. Dakwah baru sebiji dua biji aja, lagaknya udah kayak manajer yang sok sibuk.
Sobat muslim, kalo mau dicari-cari alasan teman remaja ninggalin dakwah banyak banget. Bahkan kalo ditulis atu-atu, buletin ini nggak cukup. Tapi yang jelas, dakwah nggak bisa ditinggalin hanya karena alasan sepele dua pele. Apalagi alasan sibuk belajar atau masih skul, itu mah alasan yang kalo didengerin burung beo aja, bisa ketawa-ketiwi.
Kawan, Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika bukan kaum itu sendiri yang merubahnya” (TQS. ar-Ra’du 11)
Then, siapa yang bisa ngubah diri kita jadi baik, kalo bukan kita sendiri. Demikian juga dengan lingkungan, masyarakat dan negara. Makanya, sekaranglah saat yang tepat untuk berubah. Yup, ketika kamu masih muda, ketika tenagamu banyak dibutuhkan. Ketika kamu masih kuat, tidak sebagaimana orang yang lanjut usia, apalagi yang sakit-sakitan, kebelakang untuk be-ol aja mereka harus ditolong orang lain. Kamu ? Jangankan ke belakang, ke depan, ke samping, ke bawah, keatas pun diladenin. (he..he..garing ya?). So, siapkan dirimu untuk menerima estafet dakwah. Sekarang juga, jangan ditunda. Ok?
Langganan:
Komentar (Atom)
